|
Final Fantasy VIII atau dalam bahasa Jepang Fainaru Fantajii, adalah satu seri FF yang sempat membuat heboh dunia film animasi, karena desain para karakternya yang ala fotomodel dan grafis yang menawan. Dengan karakter yang menjual, latar belakang dunia yang modern dan efek-efek yang spektakuler, Final Fantasy VIII patut mendapat acungan jempol.
Selain efek suara dan musik yang mewarnai tiap event dan pertempuran, lagu utama film ini yakni Liberi Fatali dan Don’t Be Afraid juga sempat menjadi salah satu lagu yang cukup tematik dan menjadi theme song Final Fantasy selanjutnya.
Final Fantasy VIII bersetting di dunia yang telah maju. Di masa itu, manusia memiliki kemampuan untuk menggunakan kemampuan GF atau summon. Dengan GF, seseorang bisa meningkatkan kemampuan dirinya, menggunakan magic, dsb. Sementara itu dikenal juga istilah sorceress, seorang wanita yang memiliki kemampuan sihir tingkat tinggi.
Seorang sorceress sebelum meninggal akan mewariskan kemampuannya pada wanita lain, demikian berlangsung sepanjang waktu. Di masa itu ada 3 buah sekolah yang disebut garden yang didirikan. Garden adalah semacam sekolah militer yang mengajarkan penggunaan magic, GF dan kemampuan bertempur. Garden awalnya dibentuk demi menghadapi ancaman sorceress. Tokoh utama kisah ini adalah Squall Lionheart, seorang kadet SeeD yang berpenampilan dingin. Pertemuannya dengan seorang gadis bernama Rinoa mengubah hidupnya. Sebagai anggota SeeD, ia kemudian harus menghadapi Sorceress Edea yang tak lain ibu pengasuhnya di panti asuhan dulu. Situasi semakin parah saat Rinoa kemudian mewarisi kekuatan Sorceress Edea. Dalam Grand Prix Marching Band ke XXV kali ini, kami Nawala Pos Indonesia Marching Band mencoba membawa cerita Final Fantasy VIII ini ke hadapan anda.
Pagelaran kami dimulai dengan Opener yang menggambarkan suasana di Garden tempat Squall Lionheart berlatih sebagai anggota SeeD, diawali dengan tiupan Low brass yang lembut ditingkahi dengan suara Middle dan High brass yang bersahut sahutan ditambah dengan visualisasi colorguard yang seakan membuka gerbang kepada penonton untuk memasuki Garden dan merasakan suasana latihan dikampus militer. Lagu 2 Liberi Fatali yang bila diterjemahkan secara bebas berarti takdir seorang anak, menggambarkan perjalanan awal Squall Lionheart dalam menjalani takdirnya setelah lulus sebagai Cadets di Garden dalam berjuang melawan sorceress. Lagu ini diawali dengan suara dari pemain yang menyanyikan syair awal Liberi Fatali
yang berkesan misterius, “Fithos lusec wecos vinosec”... ”Fithos lusec wecos vinosec”..... ”Fithos lusec wecos vinosec”....... dilanjutkan dengan tiupan Low Brass yang mewakili derap kaki prajurit yang berlari dengan gagah berani dan penuh semangat, semakin meriah dengan masuknya pits instrument dan perkusi yang dengan lincah meningkahi suara middle dan high brass. Di tengah lagu mulai terasa suasana pertempuran awal saat para cadets SeeD mulai berjuang melawan antek2 sorceress yang diawal pertempuran dapat dimenangkan oleh para cadets,
tetapi di ¾ lagu saat pits instrument meluncur dengan banyak nada-nada minor yang menggambarkan kedatangan sorceress Edea yang tak lain adalah pengasuh Squall semasa kecil, mulailah para cadets mulai kewalahan apalagi saat Renoa akhirnya dapat diculik dan dipaksa untuk dijadikan pewaris kekuasaan Edea walaupun para Cadets merasa sudah berusaha sekuat tenaga untuk melawan. Awal lagu 3 Tifa’s Theme menggambarkan kesedihan Squall yang mendalam karena kehilangan Renoa yang diculik oleh Edea, suasana ini diwakili oleh solo Baritone yang mendayu-dayu, putus asa dan merintih merindukan sang pujaan hati yang berada entah dimana, akan tetapi berkat dorongan
dari sesama Cadets SeeD akhirnya bangkitlah kembali semangat Squall untuk merebut kembali Renoa sekaligus menyelamatkan dunia dari ancaman Sorceress. Perkusi yang memainkan irama mars mewakili semangat para cadets SeeD untuk kembali berjuang melawan kejahatan. Lagu 4 Don’t Be Afraid adalah puncak perjuangan dari kebaikan melawan kejahatan dengan permainan tempo yang sangat dinamis dari lambat menjadi cepat terus menerus berganti demikian juga dengan birama yang berubah-ubah dari 4/4, ¾ bahkan 5/4 membuat tingkat kesulitan lagu ini menjadi sangat tinggi, Belum lagi di tengah lagu, irama dinamis dari perkusi yang menampilkan solo sectionnya ditambah dengan display yang berani, seakan-akan terus berlari membuat lagu ini semakin enak untuk dinikmati apalagi ditingkahi dengan colorguard yang bergerak dengan indahnya membuat ending pagelaran ini sayang untuk dilewatkan.
Pesan moral yang ingin kami sampaikan dalam pagelaran ini adalah, jangan takut untuk mempunyai cita-cita yang tinggi, perjuangkan cita-citamu dan fokuslah pada apa yang kita perjuangkan.
DON’T BE AFRAID..!!!
Pada akhirnya akankah Squall berhasil membawa kembali sang kekasih hati sekaligus mengalahkan Sorceress Edea? Kejutan apakah yang akan terjadi di akhir kisah mereka?
Tunggu saja penampilan kami...
|